Portofolio Jadi Penentu! Midun Loho: Nilai Tinggi Perkuat Peluang Calon Dekan Menuju Tahap Pemilihan

Bendar 25 Jun 2026 20:29 5 min read 292 views By (01/Jek)
Portofolio Jadi Penentu! Midun Loho: Nilai Tinggi Perkuat Peluang Calon Dekan Menuju Tahap Pemilihan
Portofolio Jadi Penentu! Midun Loho: Nilai Tinggi Perkuat Peluang Calon Dekan Menuju Tahap Pemilihan MANADO, Suluh Merdeka News – Proses pemilih...

Portofolio Jadi Penentu! Midun Loho: Nilai Tinggi Perkuat Peluang Calon Dekan Menuju Tahap Pemilihan MANADO, Suluh Merdeka News – Proses pemilihan dekan di lingkungan perguruan tinggi negeri tidak hanya ditentukan oleh dukungan atau popularitas semata. Salah satu instrumen penting yang menjadi dasar penilaian adalah nilai portofolio calon dekan yang mencerminkan rekam jejak jejak akademik, kepemimpinan, manajerial, serta integritas seorang dosen. Hal tersebut disampaikan Midun Loho, Sekretaris Dewan Penasehat PWI Sulawesi Utara dan pemerhati Pendidikan kepada Suluh Merdeka News, Rabu (25/6/2026). Menurutnya, nilai portofolio memiliki peran strategis dalam tahapan awal pemilihan dekan sebagaimana diatur dalam Statuta perguruan tinggi dan peraturan yang berlaku. “Portofolio Nilai bukan sekadar angka administratif. Nilai tersebut menjadi dasar tujuan bagi Rektor untuk menyaring bakal calon menjadi tiga calon dekan. Oleh karena itu, semakin tinggi nilai portofolio, semakin kuat posisi seorang calon untuk melanjutkan ke tahapan pemilihan Senat bersama Rektor,” ungkap Midun Loho. Pernyataan tersebut disampaikan Midun Loho dalam menanggapi proses penentuan Calon Dekan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2026–2030 yang saat ini menjadi perhatian civitas akademika. Menurutnya, seluruh tahapan yang berlangsung harus mengacu pada ketentuan yang tertuang dalam Permendiktisaintek Nomor 49 Tahun 2025 tentang Statuta Unsrat agar proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan akuntabel. Menurut Midun, mekanisme portofolio penilaian merupakan bagian penting dalam menciptakan proses pemilihan dekan yang profesional. Melalui sistem tersebut, calon yang melaju ke tahap berikutnya adalah mereka yang memiliki kapasitas akademik, pengalaman kepemimpinan, dan kompetensi manajerial yang mampu memimpin fakultas. “Dalam proses penentuan Calon Dekan Fakultas Peternakan Unsrat, masyarakat kampus tentu berharap penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan rekam jejak dan capaian nyata setiap kandidat. Portofolio menjadi instrumen yang sangat penting untuk mengukur kapasitas tersebut,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa portofolio merupakan cerminan perjalanan karier seorang dosen selama menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi. Penilaian tidak hanya berfokus pada satu aspek tertentu, tetapi mencakup berbagai indikator yang menunjukkan kualitas, dedikasi, dan kontribusi terhadap institusi. Komponen yang umumnya menjadi perhatian dalam penilaian portofolio meliputi kualifikasi akademik, jabatan fungsional, publikasi ilmiah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penghargaan akademik, pengalaman kepemimpinan, kemampuan manajerial, hingga rekam jejak integritas. “Portofolio memberikan gambaran tujuan tentang kapasitas seseorang dalam memimpin. Oleh karena itu, instrumen ini menjadi filter awal yang sangat penting untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang dapat melanjutkan ke tahap pemilihan,” ujarnya. Dia menilai,Di era persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat, seorang dekan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik yang baik. Dekan juga harus mampu menjadi manajer yang Andal, pemimpin yang visioner, sekaligus komunikator yang mampu membangun sinergi di lingkungan fakultas, lanjutnya, Tanggung jawab Dekan sangat besar karena mencakup pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, pengembangan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pembangunan kerja sama dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, pengalaman memimpin unit-unit akademik maupun administrasi menjadi salah satu aspek penting yang dinilai dalam portofolio. Pengalaman sebagai ketua program studi, ketua jurusan, kepala laboratorium, sekretaris jurusan, atau wakil dekan menunjukkan kesiapan seseorang untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Selain aspek akademik dan kepemimpinan, Midun Loho juga menonjolkan pentingnya integritas dalam proses seleksi calon dekan. Menurutnya, perguruan tinggi membutuhkan tokoh pemimpin yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki komitmen terhadap etika akademik dan tata kelola yang baik. “Integritas fondasi menjadi utama kepemimpinan.Seorang dekan harus mampu menjadi teladan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.Oleh karena itu, rekam jejak yang bersih dan kredibel menjadi bagian penting dari penilaian portofolio,” katanya. Lebih jauh lagi, Midun Loho mengapresiasi sistem penyaringan berbasis portofolio yang diterapkan dalam proses pemilihan pimpinan fakultas. Menurutnya, sistem tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi objektivitas karena didasarkan pada data, prestasi, dan pencapaian nyata yang dapat diukur. Dengan adanya parameter yang jelas, proses seleksi tidak hanya berorientasi pada persepsi atau kedekatan personal, melainkan pada kemampuan dan kontribusi yang telah dibuktikan selama menjalankan tugas sebagai ilmuwan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa nilai portofolio yang tinggi bukan jaminan otomatis untuk menjadi dekan. Setelah tahap penyaringan, para calon tetap harus mencetak visi, misi, dan program kerja mereka di hadapan Senat Fakultas serta mengikuti mekanisme pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku. “Portofolio adalah pintu masuk tahap pemilihan. Namun pada akhirnya calon pemimpin, juga harus mampu menunjukkan kualitas kepemimpinan, visi pengembangan fakultas, dan kemampuan meyakinkan pemilih bahwa mereka layak memimpin,” jelasnya. Menurut Midun Loho, kombinasi antara penilaian portofolio dan proses pemilihan merupakan model yang ideal karena menggabungkan aspek tujuan berdasarkan rekam jejak dengan penilaian terhadap kemampuan memimpin di masa depan. Ia berharap seluruh proses penentuan Calon Dekan Fakultas Peternakan Unsrat berlangsung sesuai aturan yang berlaku, menjunjung tinggi prinsip transparansi, serta mengedepankan kepentingan institusi dan kemajuan teknologi. “Yang dicari bukan sekadar pemenang dalam sebuah kontestasi,tetapi pemimpin terbaik yang mampu membawa Peternakan Unsrat semakin maju, meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat penelitian, memperluas kerja sama, dan menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi,” tegasnya.Pernyataan Midun Loho tersebut menyatakan bahwa nilai portofolio memiliki posisi sentral dalam proses penyaringan calon dekan.Dalam konteks penentuan Calon Dekan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi, penilaian portofolio yang tujuan dan terukur diharapkan dapat menghasilkan figur pemimpin yang profesional, berintegritas, dan memiliki visi yang kuat untuk membawa lulusan menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.