Brigjen Zefanja Honpry Dapas ke Jantung Intelijen Polri
MANADO — Suluh Merdeka News - Perjalanan panjang dari Kota Manado menuju salah satu posisi strategis di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menorehkan kisah putra daerah yang patut mendapat perhatian. Brigjen Pol. Zefanja Honpry Dapas, SIK, M.Si., perwira tinggi Polri asal Manado, Sulawesi Utara, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Agen Intelijen Kepolisian Utama Tingkat II Baintelkam Polri. Penagasan tersebut sekaligus menjadi tonggak penting dalam perjalanan kurir lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993 itu. Kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi atau pecahnya bintang menempatkan Zefanja Dapas pada jajaran perwira tinggi Polri yang mengemban tanggung jawab strategi, khususnya di bidang intelijen kepolisian. Bagi masyarakat Manado, perjalanan Zefanja memiliki cerita tersendiri. Sebelum menapaki jenjang pendidikan kepolisian dan karier nasional, masa pendidikan pada dasarnya dilaksanakan di Kota Manado. Ia mengenyam pendidikan di SD Eben Haezar Manado, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Manado, dan menamatkan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Manado. Dari lingkungan pendidikan di Kota Manado itulah perjalanan Zefanja berlanjut menuju dunia kepolisian. Ia kemudian diterima taruna Akademi Kepolisian dan menyelesaikan pendidikan Akpol pada tahun 1993. Tiga dekade lebih pengabdian di institusi Polri memberikan Zefanja pada bidang yang membutuhkan kemampuan analisis, ketelitian, kepekaan membaca situasi serta penguasaan strategi informasi, yaitu dunia intelijen. Kariernya berkembang di lingkungan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri. Bidang ini memiliki posisi penting dalam mendukung tugas kepolisian melalui pengumpulan, pengolahan dan analisis informasi yang berkaitan dengan keamanan dan perdamaian masyarakat. Memasuki periode mutasi dan promosi perwira tinggi Polri pada Juli/Agustus 2026, nama Zefanja Honpry Dapas menjadi bagian dari dinamika tersebut. Melalui surat telegram Kapolri, ia mendapat pengugasan baru sebagai Agen Intelijen Kepolisian Utama Tingkat II Baintelkam Polri, sekaligus memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi. Kenaikan pangkat tersebut bukan sekedar perubahan tanda kepangkatan di bahu. Bintang satu yang kini disandangnya merupakan simbol bertambahnya tanggung jawab dalam perjalanan pengabdian sebagai anggota Polri. Posisi baru di Baintelkam Polri juga menempatkan Zefanja pada lingkungan kerja yang bersentuhan dengan berbagai persoalan strategis keamanan. Tantangannya tentu tidak ringan. Perkembangan teknologi, dinamika sosial, ancaman kejahatan lintas wilayah hingga perubahan pola gangguan keamanan menuntut kemampuan intelijen yang semakin adaptif. Di tengah tantangan tersebut, pengalaman panjang menjadi salah satu modal penting bagi seorang perwira tinggi dalam menjalankan tugas.Perjalanan Brigjen Zefanja Honpry Dapas juga menampilkan bahwa putra daerah Manado dapat menembus jenjang karier nasional melalui proses pendidikan dan pengabdian yang panjang. Dari bangku SD Eben Haezar, SMP Negeri 1, dan SMA Negeri 1 Manado, ia kemudian melangkah ke Akpol dan mengabdikan diri di institusi Polri hingga mencapai pangkat Brigadir Jenderal. Kini, dari Manado ia berada di pusat tugas-tugas strategis kepolisian. Bagi Sulawesi Utara, perjalanan tersebut bukan hanya catatan karir seorang perwira, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa pendidikan, disiplin dan pengabdian dapat membuka jalan menuju tanggung jawab yang lebih besar di tingkat nasional. Brigjen Pol. Zefanja Honpry Dapas: dari Manado, menembus pusat intelijen Polri.