Tiga Sahabat, Satu Jejak Perjuangan Era Paruntu: Dari Aktivis Kampus hingga Menjadi Pimpinan Fakultas di Unsrat

Nyiur Melambai 08 Jul 2026 17:48 3 min read 565 views By (01/JamesKeintjem)
Tiga Sahabat, Satu Jejak Perjuangan Era Paruntu: Dari Aktivis Kampus hingga Menjadi Pimpinan Fakultas di Unsrat
Manado, Suluh Merdeka News,- Pimpinan Fakultas di Unsrat Manado, Suluh Merdeka News – Momen pelantikan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Sam...

Manado, Suluh Merdeka News,- Pimpinan Fakultas di Unsrat Manado, Suluh Merdeka News – Momen pelantikan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2026–2030 menjadi lebih dari sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Di balik prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Lantai 4 Kantor Pusat Unsrat, Selasa (7/7/2026), tersimpan kisah persahabatan panjang yang telah terjalin selama puluhan tahun. Dr. Ir. Stanly O.B. Lombogia, S.Pt., M.Si., IPU resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Peternakan oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktobian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng. Di tengah ucapan selamat dari para tamu undangan, hadir dua sahabat lamanya yang kini juga menduduki posisi strategis di Unsrat, yakni Prof. Dr. Ir. Setly Tamod, M.S., Guru Besar Fakultas Pertanian, serta Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Pertemuan ketiganya menjadi potret perjalanan panjang yang dimulai sejak masa mahasiswa. Mereka merupakan generasi yang ditempa oleh kepemimpinan Rektor Unsrat saat itu, Prof. Dr. Ir. J. Paruntu, M.S. Pada masanya, ketiga tokoh ini dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan, baik di tingkat fakultas maupun universitas. Keaktifan, loyalitas, integritas, dan semangat berkarya yang mereka tunjukkan membuat Prof. Paruntu memberikan kepercayaan besar kepada mereka untuk mebantu mengelola media lokal. Langkah awal dimulai melalui Mingguan Suluh Merdeka, kemudian berkembang hingga dipercaya pada Harian Telegraf, dan harian Patroli sebagai Pemimpin Perusahaan, Pemimpin Redaksi dan Redaktur yang merupakan sebuah pengalaman yang menjadi sekolah kepemimpinan sekaligus pembentukan karakter. Di bawah bimbingan Prof. Paruntu, mereka tidak hanya belajar tentang dunia jurnalistik, tetapi juga memahami arti tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, serta pentingnya membangun jejaring dan komunikasi yang sehat. Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi bekal dalam perjalanan karier akademik masing-masing. Puluhan tahun berlalu, ketiganya kini berdiri sejajar sebagai pemimpin di Universitas Sam Ratulangi. Prof. Setly Tamod mengukuhkan diri sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian, Dr. Ferry Daud Liando dipercaya memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebagai dekan, sementara Dr. Stanly O.B. Lombogia kini menerima amanah sebagai Dekan Fakultas Peternakan periode 2026–2030. Pertemuan mereka pada acara pelantikan bukan sekadar reuni tiga sahabat, melainkan simbol bahwa proses panjang, dedikasi, dan konsistensi akan selalu menemukan hasilnya. Dari ruang-ruang organisasi mahasiswa, ruang redaksi media kampus, hingga ruang-ruang pengambilan keputusan di universitas, perjalanan mereka menjadi bukti bahwa kepemimpinan dibangun melalui pengalaman dan pengabdian. Suasana penuh kehangatan tampak ketika ketiganya berfoto bersama usai pelantikan. Senyum yang menghiasi wajah mereka seolah menjadi penanda bahwa persahabatan yang lahir di bangku kuliah tetap terpelihara meski kini masing-masing memikul tanggung jawab besar. Kisah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Unsrat bahwa organisasi kemahasiswaan bukan sekadar wadah beraktivitas, melainkan tempat menempa karakter, memperluas wawasan, dan membangun kepemimpinan. Dari sanalah lahir sosok-sosok yang kelak dipercaya memimpin fakultas, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan membawa nama Universitas Sam Ratulangi semakin maju di tingkat nasional maupun internasional.