Charoen Pokphand Siapkan Bea Siswa Bagi Mahasiswa Fakultas Peternakan UNSRAT
MANADO – Suluh Merdeka News-,Pesan itu disampaikan dengan tegas. Di tengah kompetisi dunia kerja yang semakin ketat, industri tidak lagi sekadar menunggu lulusan terbaik datang melamar pekerjaan. Sebaliknya, industri kini aktif membangun kemitraan dengan perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia sejak masih berada di bangku kuliah. Komitmen tersebut ditegaskan Baso Alim Bahri, S.Psi., M.Adm.SDA, General Manager Human Capital & General Affairs (HC & GA) PT Charoen Pokphand Indonesia wilayah Makassar dalam pertemuan bersama pimpinan Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT). Hasil pertemuan itu membawa kabar menggembirakan. PT Charoen Pokphand Indonesia memastikan akan melanjutkan program beasiswa bagi 20 mahasiswa setiap semester. Tidak hanya itu, perusahaan juga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Fakultas Peternakan UNSRAT melalui program magang, kuliah umum oleh praktisi industri, hingga pengembangan berbagai bentuk kerja sama akademik dan peningkatan kompetensi mahasiswa. Dekan Fakultas Peternakan UNSRAT, Dr. Ir. Stanly O.B. Lombogia, S.Pt., M.Si., IPU, menyebut komitmen tersebut merupakan bukti nyata kepercayaan dunia industri terhadap kualitas pendidikan yang terus dibangun Fakultas Peternakan. "PT Charoen Pokphand Indonesia akan melanjutkan pemberian beasiswa kepada 20 mahasiswa setiap semester. Selain itu, perusahaan juga siap menjadi mitra pelaksanaan magang mahasiswa, menghadirkan praktisi sebagai narasumber kuliah umum, serta membuka peluang berbagai kerja sama lainnya yang mendukung peningkatan mutu pendidikan," ujar Stanly. Menurutnya, kerja sama ini memiliki makna strategis karena mempertemukan kepentingan dunia pendidikan dengan kebutuhan riil industri peternakan nasional. Kampus memperoleh masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, sementara industri mendapatkan akses terhadap calon tenaga profesional yang telah dipersiapkan sejak dini. Bagi mahasiswa, manfaatnya jauh lebih luas daripada sekadar bantuan biaya pendidikan. Program magang akan memberi kesempatan untuk belajar langsung mengenai sistem produksi modern, biosekuriti, manajemen peternakan, teknologi pakan, pengendalian mutu, hingga budaya kerja perusahaan berskala nasional. Mahasiswa juga akan memperoleh wawasan praktis melalui kuliah umum yang menghadirkan para profesional industri. Kehadiran praktisi di ruang kuliah diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik lapangan yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Mien Theodora R. Lapian, M.Si., IPU, memberikan apresiasi atas keberlanjutan kolaborasi tersebut. Menurutnya, kemitraan antara perguruan tinggi dan industri merupakan fondasi penting dalam membangun pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan. "Perguruan tinggi harus terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki pengalaman, karakter profesional, kemampuan beradaptasi, dan memahami kebutuhan nyata sektor peternakan. Kemitraan seperti ini akan memperkuat kualitas lulusan sekaligus meningkatkan daya saing mereka di tingkat nasional maupun global," ujarnya. Ia menambahkan, keberlanjutan program beasiswa menunjukkan bahwa dunia industri memiliki kepedulian terhadap pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Sementara program magang dan kuliah umum menjadi media pembelajaran yang sangat efektif untuk membangun kompetensi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Menurut Prof. Mien, kolaborasi yang terjalin saat ini juga membuka peluang lebih besar bagi dosen untuk mengembangkan penelitian terapan, inovasi teknologi, serta program pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan industri. Sinergi tersebut dinilai sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi yang menempatkan kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi nasional. Di tengah tantangan ketahanan pangan, peningkatan produktivitas peternakan, dan kebutuhan tenaga profesional yang semakin besar, kemitraan antara Fakultas Peternakan UNSRAT dan PT Charoen Pokphand Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana dunia akademik dan industri dapat saling memperkuat. Keberlanjutan program beasiswa, peluang magang, kuliah umum, serta pengembangan kerja sama lainnya bukan hanya investasi bagi mahasiswa, tetapi juga investasi jangka panjang bagi masa depan sektor peternakan Indonesia. Ketika industri mulai hadir di kampus, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan sekadar hubungan kelembagaan. Yang sedang dipersiapkan adalah lahirnya generasi baru lulusan peternakan yang unggul, profesional, inovatif, dan siap menjawab kebutuhan pembangunan nasional.