KKT Unsrat Resmi Dimulai di Bitung, Pesan Tegas Wali Kota: Pengabdian Bukan Formalitas

Nyiur Melambai 14 Jul 2026 22:33 3 min read 243 views By (01/Jek)
KKT Unsrat Resmi Dimulai di Bitung, Pesan Tegas Wali Kota: Pengabdian Bukan Formalitas
Bitung, Suluh Merdeka News – Sebanyak 960 mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan 148 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) resmi diterima ol...

Bitung, Suluh Merdeka News – Sebanyak 960 mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Angkatan 148 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) resmi diterima oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., dalam acara penyambutan yang berlangsung di Ruang S.H. Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, Selasa (14/07/2026). Dalam sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKT Unsrat di Kota Bitung bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi bagian penting dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. "Kami berharap seluruh mahasiswa KKT dapat melaksanakan setiap program kerja dengan menjunjung tinggi etika, disiplin, serta penuh rasa tanggung jawab. Jadilah teladan di tengah masyarakat dan bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah maupun warga di lokasi penempatan," ujar Honandar. Menurutnya, program KKT merupakan sarana strategis untuk menghubungkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Bitung menyambut baik kehadiran mahasiswa Unsrat sebagai mitra pembangunan di tingkat kelurahan. Usai acara penerimaan, dilaksanakan prosesi penyerahan Pataka KKT dari Ketua Koordinator Pusat Pengelolaan KKT Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Rignolda Djamaluddin, M.Si., kepada Wali Kota Bitung. Selanjutnya, pataka tersebut diserahkan kepada para camat sebagai simbol dimulainya pelaksanaan KKT di seluruh wilayah Kota Bitung. Prof. Rignolda Djamaluddin menjelaskan bahwa sebanyak 960 mahasiswa akan melaksanakan KKT di 61 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Bitung. "Kami telah mempersiapkan mahasiswa ini secara akademik maupun teknis. Selama dua minggu mereka mengikuti pembekalan intensif yang mencakup materi teknis, pengabdian kepada masyarakat, etika, serta disiplin. Sebelum diterjunkan ke lapangan mereka juga telah melalui proses evaluasi sehingga siap menjalankan tugas dengan baik," jelasnya. Ia menambahkan, pelaksanaan KKT didukung oleh 36 dosen pembimbing dan pengawas, serta panitia dan tim monitoring dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sam Ratulangi yang akan melakukan pendampingan dan evaluasi selama kegiatan berlangsung. "Kami berharap seluruh mahasiswa mampu menjaga nama baik Universitas Sam Ratulangi dan memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat," tambah Djamaluddin. Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan Suluh Merdeka News, proses penyerahan mahasiswa KKT di Kelurahan Batu Putih Atas dan Kelurahan Batu Putih Bawah, Kecamatan Ranowulu, berlangsung tanpa kehadiran lurah. Di Kelurahan Batu Putih Bawah, penerimaan mahasiswa hanya diwakili oleh Kepala Urusan (Kaur) bersama sejumlah staf kelurahan. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa lurah berhalangan hadir karena sedang menghadiri urusan keluarga. Sedangkan di Kelurahan Batu Putih Atas, penerimaan mahasiswa juga hanya dilakukan oleh staf kelurahan karena lurah sedang dalam kondisi sakit sehingga tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut. Meski demikian, proses serah terima mahasiswa tetap berlangsung lancar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan akomodasi mahasiswa di kedua kelurahan tersebut telah dapat diatasi melalui koordinasi antara pemerintah setempat dan masyarakat. Namun, untuk kebutuhan konsumsi selama menjalankan KKT, para mahasiswa masih menanggung biaya secara mandiri selama masa pengabdian 23 hari di Kelurahan Batu Putih Atas dan Batu Putih Bawah. Program KKT Angkatan 148 Universitas Sam Ratulangi diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan Pemerintah Kota Bitung dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.