Prabowo Genjot Industrialisasi, Perguruan Tinggi Diperintahkan Cetak SDM Unggul Sesuai Kebutuhan Industri

Nyiur Melambai 26 Jun 2026 13:39 3 min read 149 views By (Setneg/01/Jek)
Prabowo Genjot Industrialisasi, Perguruan Tinggi Diperintahkan Cetak SDM Unggul Sesuai Kebutuhan Industri
Jakarta, Suluh Merdeka News – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mengambil peran strategis d...

Jakarta, Suluh Merdeka News – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul guna mendukung percepatan industrialisasi nasional. Arahan tersebut disampaikan Presiden saat menerima Brian Yuliarto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Pertemuan tersebut membahas langkah pemerintah mempercepat pengembangan berbagai sektor industri strategis yang menjadi prioritas nasional. Fokus pembangunan tidak hanya diarahkan pada hilirisasi sumber daya alam, tetapi juga pada penguatan kapasitas SDM agar mampu menjawab kebutuhan industri masa depan. Usai pertemuan, Menteri Brian Yuliarto menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mengakselerasi berbagai program strategis, mulai dari pengembangan industri farmasi, mobil nasional, motor nasional, hingga berbagai program hilirisasi yang diyakini akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Brian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan industrialisasi tidak hanya bergantung pada investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. "Kami diminta memastikan lulusan-lulusan perguruan tinggi benar-benar mampu memenuhi kebutuhan SDM untuk mendukung pengembangan industrialisasi nasional," ujar Brian. Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga profesional akan terus meningkat seiring berkembangnya berbagai sektor strategis, seperti industri mineral, energi, manufaktur, aquaculture, aquafarming, hingga industri hilirisasi berbasis sumber daya alam. Karena itu, pemerintah akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga ahli secara menyeluruh agar perguruan tinggi dapat menyesuaikan kurikulum dan kapasitas pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia industri. Brian menegaskan, pemerintah tidak ingin terjadi ketimpangan antara jumlah lulusan dengan kebutuhan sektor industri. Salah satu perhatian utama adalah memastikan ketersediaan tenaga ahli di bidang-bidang teknis yang selama ini masih terbatas. "Misalnya kita membutuhkan banyak tenaga ahli kelistrikan, tetapi lulusan yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu kami diminta menghitung secara detail agar kebutuhan industrialisasi dapat terpenuhi dengan baik," katanya. Arahan Presiden tersebut menjadi sinyal kuat bahwa transformasi pendidikan tinggi akan menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional. Perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai pusat pencetak SDM yang siap bekerja, berinovasi, dan berkontribusi terhadap kemajuan industri Indonesia. Kebijakan ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mempercepat terciptanya industri nasional yang berdaya saing global. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, diharapkan Indonesia mampu membangun ekosistem industri yang didukung tenaga kerja berkualitas, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat daya saing nasional, membuka lebih banyak lapangan kerja, sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara industri maju di masa mendatang. (Sumber: BPMI Sekretariat Presiden)