Prabowo Pacu Kemandirian Indonesia, Swasembada Pangan dan Energi Jadi Bukti Nyata Kebangkitan Bangsa

Nyiur Melambai 25 Jun 2026 23:45 3 min read 96 views By (BPMISP/01Jek)
Prabowo Pacu Kemandirian Indonesia, Swasembada Pangan dan Energi Jadi Bukti Nyata Kebangkitan Bangsa
GORONTALO, Suluh Merdeka News – Di tengah berbagai tantangan global yang terus membayangi perekonomian dunia, Indonesia mulai menunjukkan tanda-...

GORONTALO, Suluh Merdeka News – Di tengah berbagai tantangan global yang terus membayangi perekonomian dunia, Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda kuat menuju kemandirian nasional. Pesan optimistis itu disampaikan Presiden Republik Indonesia, , saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Di hadapan ribuan petani dan nelayan dari berbagai penjuru Nusantara, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan dan energi bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan telah menjadi kenyataan yang mulai terlihat hasilnya. Dengan penuh keyakinan, Kepala Negara menyatakan bahwa berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah selama ini mulai menunjukkan dampak nyata bagi bangsa. Menurutnya, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk melepaskan ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, terutama pada sektor-sektor vital yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat. “Usaha kita sekarang sudah mulai kelihatan nyata, yaitu swasembada pangan,” tegas Presiden yang disambut tepuk tangan meriah peserta PENAS. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Pengalaman dunia menghadapi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu menjadi pelajaran berharga bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama sebuah negara. Ketika krisis melanda, negara-negara produsen lebih memilih mengamankan kebutuhan rakyatnya sendiri dibanding mengekspor hasil produksi mereka. Dalam situasi seperti itu, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Karena itu, pemerintah terus memperkuat sektor pertanian dan perikanan dengan berbagai program yang berpihak kepada petani dan nelayan sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional. Menariknya, keberhasilan Indonesia kini mulai mendapat pengakuan dunia. Presiden mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah meminta pasokan pupuk, beras, dan jagung dari Indonesia. Bahkan, Perdana Menteri Australia secara langsung menyampaikan apresiasi atas surplus pupuk yang dimiliki Indonesia dan membuka peluang kerja sama perdagangan. Fenomena ini menjadi sinyal bahwa Indonesia perlahan berubah dari negara pengimpor menjadi negara yang mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan negara lain. Sebuah capaian yang sebelumnya sulit dibayangkan. Namun, ambisi pemerintah tidak berhenti pada pangan. Presiden Prabowo juga menargetkan swasembada energi dalam beberapa tahun mendatang. Salah satu langkah besar yang segera diwujudkan adalah peluncuran bahan bakar B50 pada Juli 2026, yaitu solar yang mengandung 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit. Kebijakan ini diyakini akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional. “Dalam tiga sampai empat tahun ke depan, kita ingin swasembada energi. Kita tidak mau impor BBM untuk kebutuhan energi kita,” ujar Presiden. Bagi Indonesia, swasembada pangan dan energi bukan hanya soal ekonomi. Lebih dari itu, keduanya merupakan simbol kedaulatan bangsa. Negara yang mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan global. Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan kepada seluruh elemen bangsa, mulai dari petani, nelayan, buruh, ulama, santri, TNI, Polri hingga Aparatur Sipil Negara yang terus bekerja untuk kemajuan Indonesia. Di Gorontalo, semangat itu terasa begitu kuat. Dari tangan para petani dan nelayan, harapan akan Indonesia yang mandiri, kuat, dan sejahtera terus tumbuh. Dan di bawah langit Limboto, cita-cita besar menuju Indonesia yang berdaulat pangan dan energi tampak semakin dekat menjadi kenyataan. Sumber: BPMI Sekretariat Presiden.