Tembus Jurnal Scopus, Unsrat Perkuat Budaya Riset Lewat Workshop Penulisan Artikel Internasioal
Manado, Suluh Merdeka News – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terus memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Pendampingan Penulisan Artikel pada Jurnal Internasional Bereputasi Scopus yang digelar di Hotel Grand Puri, Manado, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil bbRektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Sam Ratulangi, Prof. Ir. Arthur Gehart Pinaria, M.P., Ph.D., yang menegaskan bahwa publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional menjadi salah satu indikator utama peningkatan kualitas perguruan tinggi sekaligus penguatan reputasi akademik Unsrat di tingkat global. Workshop tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sam Ratulangi di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Jefrey Ignatius Kindangen, DEA. Turut hadir . Kepala Pusat Pengelolaan Publikasi Ilmiah, Prof. Dr. Roni Koneri, S.Pd., M.Si., yang selama ini aktif mendorong peningkatan produktivitas publikasi dosen dan peneliti Unsrat. Peserta memperoleh pembekalan langsung dari narasumber Jayanegara, yang membagikan pengalaman praktis menembus jurnal internasional bereputasi Scopus. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan publikasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas penelitian, tetapi juga kemampuan penulis menyesuaikan naskah dengan karakter jurnal yang menjadi tujuan. "Teknik menulis sebenarnya tinggal disesuaikan dengan jurnal yang dituju. Secara umum struktur penulisan artikel ilmiah sudah dipelajari sejak jenjang S1. Yang paling penting adalah memahami gaya penulisan, ruang lingkup jurnal, serta mengikuti seluruh format yang telah ditetapkan," jelasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya etika dalam berkomunikasi dengan reviewer. Menurutnya, proses revisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari publikasi ilmiah dan harus dihadapi secara profesional. "Komunikasi dengan reviewer harus diperhatikan etikanya. Budaya akademik kita belum tentu sama dengan budaya reviewer di luar negeri. Karena itu, setiap tanggapan harus disampaikan dengan sopan, argumentatif, dan didukung data ilmiah," ujar Jayanegara. Selain itu, ia menekankan bahwa aspek teknis seperti format penulisan, gaya sitasi, kualitas bahasa Inggris, penyajian data, hingga kelengkapan referensi harus benar-benar mengikuti ketentuan jurnal. Kesalahan-kesalahan kecil pada aspek teknis sering kali menjadi penyebab artikel ditolak sebelum memasuki proses telaah ilmiah. Jayanegara juga mendorong para dosen dan peneliti untuk membangun kolaborasi riset. Menurutnya, artikel yang dihasilkan melalui kerja sama dengan peneliti yang memiliki bidang keilmuan serupa umumnya memiliki kualitas lebih baik karena memperkaya sudut pandang, memperkuat metodologi, serta meningkatkan peluang diterima di jurnal bereputasi. Workshop ini berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan konsultasi, di mana peserta memperoleh kesempatan membedah naskah ilmiah yang sedang dipersiapkan untuk dikirim ke jurnal internasional. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para penulis dalam menghadapi proses review hingga publikasi. Melalui kegiatan ini, Universitas Sam Ratulangi kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas penelitian dan jumlah publikasi internasional bereputasi Scopus. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi akademik Unsrat di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga menghasilkan karya-karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.